By PVG viagra

Peringatan Hari Kartini di KBRI Kuala Lumpur

Para TKW Indonesia yang ditampung di shelter KBRI Kuala Lumpur menangis pada peringatan Hari Kartini 2012 yang diadakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Kuala Lumpur. Acara tersebut dihadiri oleh  Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Kuala Lumpur Mulya Wirana, para anggota DWP KBRI Kuala Lumpur, dan para undangan. Acara yang berjalan dalam suasana khidmat dan kekeluargaan ini membuat para TKW tersebut menangis pada saat mempersembahkan nyanyian lagu Indonesia Raya dan Ibu Kita Kartini bagi para hadirin.

Ketua DWP Kuala Lumpur Rini Fadia Wirana pada sambutannya mengajak para hadirin untuk menjadikan perjuangan besar yang telah dilakukan oleh Raden Ajeng Kartini sebagai renungan dalam mempertahankan dan memperjuangkan nasib kaum perempuan.

Para TKW yang ditampung di KBRI Kuala Lumpur ini pada umumnya mengalami masalah dengan para majikannya. Adapun masalah-masalah yang dihadapi adalah tidak dibayar gaji, dianiaya, dan diperkosa oleh majikan. Untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut mereka harus tinggal di shelter KBRI sampai masalah mereka dituntaskan dengan bantuan KBRI Kuala Lumpur. Seringkali mereka harus tinggal berbulan-bulan di shelter KBRI sampai tiba waktunya mendapatkan gaji ataupun penyelesaian kasus yang diupayakan oleh KBRI Kuala Lumpur.

Didepan para hadirin dan undangan, ibu Rini Fadia Wirana menyampaikan bahwa momentum peringatan ini adalah sebagai penghormatan atas perjuangan kaum perempuan, kesetaraan gender dan emansipasi wanita. Beliau juga mengingatkan bahwa momentum tersebut adalah kesempatan untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa nasionalisme, meningkatkan semangat untuk berpartisipasi dalam membangun bangsa dan negara sehingga tidak mudah menyerah terutama saat dihadapkan pada keadaan yang serba sulit.

Pada acara yang bertempat di aula KBRI Kuala Lumpur tersebut  diadakan perlombaan make up,  kerudung cantik, serta hiburan persembahan lagu dari para penghuni shelter perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur. Untuk perlombaan make up dimenangkan oleh Rifatul, sedangkan untuk perlombaan kerudung dimenangkan oleh Imi.