By PVG viagra

Penerangan, Sosial, Budaya

Melakukan promosi citra Indonesia

Berbagai up aya dilakukan KBRI untuk meningkatkan citra positif RI di Malaysia dan juga bekerjasama dengan instansi Pemerintah Malaysia, masyarakat Indonesia di Malaysia, organisasi maupun sektor swasta dan artis serta kalangan jurnalistik, melalui penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya:

  • Penyelenggaraan Pekan Film Indonesia di Asia-Europe Institute, Universiti Malaya pada 19-23 Januari 2009. Dalam acara tersebut, KBRI memutar 3 film Indonesiam yaitu Denias Senandung Di Atas Awan, Opera Jawa dan Janji Joni. Artis Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale telah berkesempatan hadir dalam pembukaan acara tersebut.
  • Mengundang maestro gamelan Indonesia, Prof. Dr. Rahayu Supanggah (Rektor ISI Surakarta) untuk menyelenggarakan pelatihan gamelan yang dilanjutkan dengan konser gamelan bersama Indonesia-Malaysia di Akademi Seni dan Warisan Malaysia (ASWARA) pada 11 Pebruari 2009.
  • Bekerja sama dengan Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI), menyelenggarakan pameran  “Warna Eksotik Indonesia” yang menampilkan lebih dari 100 lukisan oleh 38 pelukis wanita Indonesia di Soka Gakkai Malaysia pada 17 Maret 2009.
  • Penampilan grup tari SIK di penutupan ASEAN Paragames 19 Agustus 2009, acara ‘Salam Harmoni Aidil Fitri Indonesia – Malaysia ’ di Salomo Bistro, Kuala Lumpur kerjasama dengan Depbudpar RI pada tanggal 19 Oktober 2009, serta pada acara dinner pertemuan kalangan wartawan Indonesia dan Malaysia dengan Menteri Penerangan, Komunikasi tanggal 8 Desember 2009.
  • Selain penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya, peningkatan / promosi citra Indonesia dilakukan dengan cara:
  • Mengeluarkan press release terkait pelurusan suatu fakta serta perbaikan citra Indonesia (kasus Manohara, Tari Pendet, Bendera).
  • Menyampaikan ‘letter to the editor’ terkait pelurusan suatu berita yang merusak citra Indonesia, antara lain penggunaan kata “Indon” di media Malaysia, penggunaan karikatur Megawati dalam sebuah berita, masalah TKI.

Perkembangan terbaru adalah beredarnya 2 produk mie goreng produksi MAGGI yang menggunakan istilah INDON pada bulan Januari 2009. Kedua produk tersebut adalah Mi Goreng Pluz Perencah Asli ala INDON dan Mi Goreng Pluz Perencah Asli Pedas ala Indon. Setelah KBRI mengirimkan surat keberatan atas digunakannya istilah INDON serta untuk menghindarkan kemungkinan penuntutan secara hukum dan boikot produk oleh masyarakat Indonesia di Malaysia, maka pada 3 Pebruari 2009 Nestle (induk perusahaan MAGGI) telah merespons keberatan KBRI dan menyatakan kesediaannya untuk menarik kedua produk dimaksud dan menghilangkan tulisan INDON pada produksi selanjutnya.

 

Pembinaan Masyarakat

Fungsi Pensosbud turut menghadiri dan memfasilitasi pertemuan yang diselenggarakan masyarakat (PPI, TKI, ormas dan orpol) di Malaysia. Beberapa pertemuan sosialisasi kebijakan Pemerintah Pusat dan pertemuan masyarakat yang pernah diselenggarakan, antara lain :

  • Penyelenggaraan Perayaan Natal Bersama,10 Januari 2009. Acara Natal bersama untuk pertama kalinya diselenggarakan di KBRI Kuala Lumpur, bekerjasama dengan sub seksi Agama Kristen di IATMI (Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia) dan perwakilan gereja Indonesia di Malaysia. Acara dibuka oleh Dubes RI, Da’i Bachtiar dan dihadiri sekitar 400 jemaah umat Kristiani di Kuala Lumpur dan sekitarnya. Perayaan Natal akan menjadi acara tahunan di KBRI untuk tahun-tahun mendatang.
  • Acara pelantikan pengurus Nahdlatul Ulama cabang Malaysia yang dihadiri oleh KH. Hasyim Muzadi, Ketua Umum PB-NU pada 7 Pebruari 2009.
  • Penyelenggaraan sosialisasi RPP Disiplin Pegawai Negeri (21 Juli 2009), sosialisasi anti-money laundering (10 Desember 2009).
  • Acara Buka Puasa Duta Besar RI dan masyarakat Indonesia pada 2009, serta dengan para TKI serta acara buka puasa dengan berbagai komponen masyarakat lainnya.
  • Halal bihalal warga masyarakat Nahdatul Ulama di Gombak, Kuala Lumpur pada tanggal 24 Oktober 2009.
  • Acara Rumah Terbuka Hari Raya Qurban di Ipoh, pada tanggal 13 Desember 2009.

 

Menjalin hubungan baik dengan kalangan pers/media

Dengan media Malaysia

Penyebarluasan press release KBRI, penyelenggaraan press briefing, mengundang wartawan Malaysia untuk meliput acara-acara dan kegiatan yang dilaksanakan KBRI, pertemuan dengan Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, tokoh-tokoh media, budayawan dan sebagainya merupakan langkah-langkah yang telah dan perlu secara terus menerus dilakukan untuk mengurangi pemberitaan negatif serta menciptakan pemberitaan yang lebih seimbang. Dengan demikian diharapkan di masa depan pemahaman masyarakat Malaysia secara umum akan semakin baik dan pada gilirannya akan mendukung hubungan baik kedua negara.

Pimpinan KBRI secara aktif turut ambil bagian dalam wawancara live di beberapa stasiun televisi seperti TV3, TV9 dan RTM untuk menjelaskan posisi Pemri atas isu-isu tertentu, seperti pendatang ilegal, penganiayaan TKI, kebudayaan dan pariwisata, kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan KBRI dan sebagainya.

Beberapa pertemuan dengan editor yang telah dilaksanakan pimpinan KBRI antara lain :

  • Kunjungan Dubes RI Da’i Bachtiar ke kantor-kantor media massa yang berpengaruh seperti kelompok New Straits Times Press (NSTP) pada 3 Pebruari 2009 dan kelompok Utusan (4 Pebruari 2009).
  • Melakukan kunjungan ke Kantor Berita Media di Malaysia (Kantor Berita Bernama 5 Mei 2009, Sin Chew Daily 4 Juni 2009)
  • Beberapa wawancara yang dilakukan dengan media setempat antara lain :
  • Wawancara Dubes RI Da’i Bachtiar dengan RTM, Harian The Star, Astro Awani
  • Wawancara Wakeppri live di acara “Di Luar Lingkungan” di TV1 pada tanggal 12 Oktober 2009
  • Wawancara Dubes RI Da’i Bachtiar dengan TV Bernama pada 6 Nopember 2009.
  • Wawancara Dubes RI Da’i Bachtiar dengan TV3 pada 10 Nopember 2009.

 

Dengan media Indonesia

KBRI membantu memfasilitasi beberapa media massa nasional yang menempatkan perwakilannya di Kuala Lumpur, diantaranya ANTARA, TVOne dan RCTI. Detik.com, Tempo dan SCTV juga telah menunjuk perwakilannya di Kuala Lumpur.

Kehadiran perwakilan media massa nasional sangat positif dalam membantu memperluas akses publik dalam negeri terhadap berita mengenai Indonesia dan Malaysia. Hal demikian tentu juga membawa konsekuensi bahwa penyampaian berita yang up to date, faktual dan mengindahkan kode etik juga akan berkontribusi positif pada hubungan kedua negara.

Di lain pihak, pemerintah Malaysia juga beberapa kali mengundang wartawan Indonesia untuk berkunjung dan melakukan peliputan di Malaysia.

 

Partisipasi Dalam Upaya Pelayanan & Perlindungan WNI

Salah satu misi penting KBRI Kuala Lumpur adalah memberikan pelayanan dan perlindungan kepada WNI. Fungsi Pensosbud juga tergabung dalam Satgas PPWNI (Satuan Tugas Pelayanan & Perlindungan WNI) KBRI Kuala Lumpur, dengan tugas antara lain berkoordinasi dan memberikan akses kepada kalangan media menyangkut pelaksanaan tugas pelayanan dan perlindungan yang dilakukan Satgas, khususnya yang terkait upaya penyelesaian kasus-kasus WNI di Malaysia. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan, antara lain :

  • Melaksanakan tugas penerangan kepada para WNI/TKI dan calon TKI yang akan berangkat ke Malaysia. Di Malaysia, pelaksanaan program outreach ke kantong-kantong serta tempat kerja TKI dilaksanakan bekerjasama dengan fungsi terkait di KBRI; biasanya dalam kerangka pelayanan perpanjangan/penggantian paspor. Sedangkan Program Awareness Campaign (Kampanye Kesadaran) sebagai langkah preventif untuk mengurangi jumlah TKI illegal di Malaysia. Awareness Campaign/Kampanye Penyadaran berisi pesan agar para calon TKI yang akan bekerja di Malaysia benar-benar melengkapi diri dengan 3 Siap, yaitu Siap Dokumen, Siap Keahlian dan Siap Mental.
  • Diplomasi media dengan menggunakan media untuk menonjolkan suatu kasus, demi mencapai kepentingan tertentu.
  • Kasus penyiksaan yang dialami oleh Siti Hajar (8 Juni 2009) serta Modesta Rengga Kaka (25 Juni 2009), merupakan momentum yang dipergunakan oleh KBRI Kuala Lumpur untuk mengeskpose kasus tersebut secara luas melalui media cetak dan elektronik setempat. Press briefing serta wawancara terkait dengan kedua kasus tersebut memenuhi semua media massa di Malaysia sepanjang bulan Juni dan Juli 2009.  Dorongan yang timbul akibat tekanan media kepada pemerintah dan warga Malaysia cukup kuat sehingga memunculkan berbagai gagasan untuk memperbaiki hak-hak pekerja domestik, antara lain menyangkut pemberian upah minimum, one day off, masalah paspor yang dipegang majikan.
  • Media cetak dan elektronik di Malaysia kemudian juga melakukan liputan terhadap puluhan kasus yang dialami TKI yang saat ini berada di penampungan sementara KBRI Kuala Lumpur (antara lain The Star, Malay Mail, Sin Chew Daily Berita Harian, New Straits Times, Bernama, TV1, TV9, Malaysia Kini, NHK, Al Jazeera, BBC, AFP).

Upaya KBRI Kuala Lumpur melakukan expose terhadap kasus-kasus TKI tersebut, berujung pada upaya kedua pemerintah melakukan revisi terhadap MoU Indonesia-Malaysia mengenai recruitment and placement of Indonesian Domestic Workers.

 

Perluasan media informasi untuk WNI di Malaysia

Menggunakan website KBRI Kuala Lumpur seoptimal mungkin untuk penyebaran informasi maupun press release kepada masyarakat Sejak diluncurkan, website KBRI yang beralamat di www.kbrikualalumpur.org dan www.kbrikl.org.my dikunjungi sekitar 9500 orang setiap bulan (lebih kurang 316 orang setiap hari). Fungsi Pensosbud setiap bulannya melayani 300 phonecalls dan 200 pertanyaan via e-mail setiap bulannya This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ; 50% merupakan pertanyaan seputar visa & paspor.

Menerbitkan brosur dan buku informasi mengenai pelayanan untuk WNI di KBRI Kuala Lumpur. Selain untuk menyebarluaskan info pelayanan, media cetak dan website KBRI secara transparan juga memuat besaran tarif pelayanan yang ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku. Beberapa brosur yang diterbitkan antara lain buku Pedoman mengenai Hak & Kewajiban TKI, Buku Saku Pelayanan Publik terhadap WNI dan Buku Selayang Pandang KBRI untuk WNI yang melakukan kunjungan ke KBRI.

Pembuatan video “Pelayanan Publik “ yang berisi informasi mengenai pelayanan dan perlindungan KBRI Kuala Lumpur

Mulai bulan Mei 2009, majalah CARAKA berubah tampilan menjadi tabloid CARAKA dan dicetak sebanyak 30,000 eksemplar setiap bulannya serta disebarluaskan secara gratis kepada masyarakat. Atas kerjasama dengan Kantor Berita ANTARA biro Kuala Lumpur, pencetakan tersebut tidak memakan biaya sama sekali atau ‘zero budget’. Selain di wilayah konsentrasi TKI di Kuala Lumpur, tabloid CARAKA juga disebarkan di seluruh KJRI di Malaysia.

Bulan September 2009, Fungsi Pensosbud telah menerbitkan buku “Kamus Malaysia – Indonesia – Inggris”, yang disebarluaskan secara gratis kepada WNI

Kerjasama mengisi “Pojok Informasi KBRI Kuala Lumpur” di setiap warung komunikasi “Hotlink” (di wilayah Kampung Baru, Klang, Shah Alam), merupakan cara penyebaran informasi dengan lebih mendekatkan diri di daerah konsentrasi tempat tinggal TKI.

 

Hal-hal lain

Terkait dengan terjadinya bencana gempa bumi di Padang pada tanggal 30 September 2009, fungsi pensosbud menjadi koordinator pengumpulan dana sumbangan dengan membuka rekening The Embassy of the Republic of Indonesia (Bencana). Diseminasi informasi mengenai dibukanya rekening tersebut dilakukan dengan berbagai cara yaitu melalui media massa, website, press release, kerjasama dengan operator telekomunikasi setempat melalui pengiriman sms. Selain itu juga diselenggarakan malam amal gempa bumi Padang, dengan menampilkan penyanyi Krisdayanti di Kuala Lumpur pada tanggal 23 Oktober 2009.