Penyaluran Kredit Usaha Rakyat 2011 capai Rp29 triliun
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan...
Indonesia dorong percepatan alih teknologi kapal selam
Batam (ANTARA News) - Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoedin, memastikan pemerintah akan mendorong percepatan alih teknologi pembuatan kapal perang dalam negeri, termasuk kapal selam.
Selama ini, kata Sjafrie di Batam, Rabu...
Penerimaan pajak 2011 capai Rp872,6 triliun
Jakarta (ANTARA News) - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak pada 2011 mencapai Rp872,6 triliun atau 99,3 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN Perubahan senilai Rp878,7...
Budayawan Indonesia-Malaysia Akan Berdialog di Sumbar
Para wartawan senior dan budayawan Indonesia - Malaysia akan berkumpul di Bukittinggi, Sumatera Barat, untuk berdialog guna menggali berbagai masukan yang dapat menyamakan persepsi dalam membangun hubungan kedua negara yang lebih erat dan...
Selat Pantar, Taman Laut Terindah Setelah Karibia
Ingin melihat keindahan dan keunikan alam bawah laut? Selat Pantar adalah tempatnya. Wisata alam bawah laut merupakan daya tariknya, konon terindah setelah taman laut Kepulauan Karibia. Banyak wisatawan asing yang pernah ke Alor...
Jangan Lewatkan Festival Bawah Laut di Manado
SULAWESI Utara akan menjadi tuan rumah untuk festival bawah laut terbesar di Asia Pasifik, Sea Festival 2011. Festival ini akan menghadirkan kemegahan bawah laut di Pantai Manado pada 23-25 September 2011 di Sintesa Peninsula...
Asal Usul Rendang Menurut Chef Malaysia
Rendang telah mendunia. Survei CNN bahkan menobatkan rendang Sumatera Barat sebagai makanan paling lezat di dunia. Bahkan, Burger King pernah membuat Rendang Burger pada tahun 1987.
Namun, rendang tak hanya ada di Indonesia: ada rendang...
| Rendang Voted the Most Delicious Food in the World, and Nasi Goreng is No. 2 |
|
Satay, another staple Indonesian dish, also stood proud at No. 14. In July, CNNGo came out with its own “World’s 50 Most Delicious Foods.” In that list, Thailand’s Massaman curry topped the culinary hierarchy, followed by Italy’s Neapolitan pizza |
| Indonesia's Batik Makers Turn Sustainable Practice into an Art Form |
|
Batik textiles were worn by the leaders of the prosperous Majapahit empire, which ruled much of south-east Asia between 1200 and 1500; they still remain a popular element of Indonesian culture. In recognition of batik's significance, Unesco in 2009 inscribed it on |
| Rendang Among Top 15 Best Foods in the World: CNNGo |
|
Unfortunately, neither nasi goreng, sate ayam nor Indomie made the culinary hall of fame, with rendang being the spice-rich country's only native cuisine to make the cut. The article, titled “World’s 50 Most |
| Batak Family Feasts Breaks Record in Indonesia |
|
Tor-tor is a traditional dance that seems to lack aesthetic |
| Harungi jeram di Bali |
|
|
| Ketakjuban Rinjani |
|
Selesai menunaikan solat jamak takdim zuhur dan asar, kami meneruskan pendakian. Kali ini, tiada lagi hutan tebal, sebaliknya terhampar luas kawasan savanah yang |
| TSI bukan sekadar dunia haiwan |
|
Namun suasana berbeza pasti |











About 35,000 people have voted West Sumatra’s rendang as the number one food in the world. Guess which food came in second? Nasi goreng!
Indonesia's most highly developed art form, batik, is made by an ancient wax-resistant dying technique that predates written records.
What would you think of an open field filled with thousands of women carrying a kilo of rice above their heads? That’s exactly what happened at Lapangan Banteng, Medan, Indonesia on Saturday afternoon, July 9 2011. This grand event was not an art show or any mass demonstration, but an internal event of a clan from the tribe of Batak.
Bila teringat tentang Bali, keunikan seni budaya, keindahan pantai dan panorama alam pasti terlintas di minda. Baru-baru ini Bali menjadi pilihan kami berlima untuk meraikan persahabatan yang telah terjalin selama 31 tahun. Saling mengenali sejak berusia 11 tahun, saya, Murni, Sya dan Roza sepakat memilih Bali untuk menikmati keindahan panoramanya dari sudut yang berbeza iaitu menerusi aktiviti
HARI Pertama: Sudah berjam-jam lamanya kami menyusuri denai berjarak lebih tujuh kilometer ini. Setibanya di Pos 3, kami terduduk keletihan sambil membasahkan tekak yang telah lama kering. Sedikit makanan dijamah bagi melapik perut.