Satu zona waktu bisa hemat triliunan rupiah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menilai rencana penyatuan zona waktu di Indonesia merupakan langkah penghematan bagi negara.
"Ada studi-studi yang mengatakan bahwa dengan penyatuan zona waktu, maka pengaturan dan...
Sektor industri mendominasi ekspor Sumut 2012
Medan (ANTARA News) - Sektor industri menyumbang 71,95 persen nilai ekspor provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan masih tetap mendominasi perdagangan luar negeri pada awal tahun 2012.
"Dari 1,667 miliar dolar AS nilai ekspor Sumut pada...
Penghentian TKI Informal akan Dilakukan Bertahap Hingga 2017
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sektor informal ke luar negeri secara bertahap dan akan berakhir pada tahun 2017. Para calon TKI tetap akan dibekali dengan pelatihan sebelum...
RI Makin Diakui di Dunia
Dalam Ajang World Economic Forum 2012 yang diselenggarakan di Davos, Swiss, Indonesia masuk dalam kategori trillion dolar club.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan memaparkan hal tersebut ditandai dengan output ekonomi nasional atau...
Cadangan devisa Indonesia 23,34 triliun rupiah
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hartadi A. Sarwono mengungkapkan total penerimaan dari pengelolaan cadangan devisa mencapai Rp23,34 triliun sepanjang 2011 lalu.
"Karena cadangan devisa meningkat dari 96 miliar dolar AS pada akhir...
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat 2011 capai Rp29 triliun
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan...
Indonesia dorong percepatan alih teknologi kapal selam
Batam (ANTARA News) - Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoedin, memastikan pemerintah akan mendorong percepatan alih teknologi pembuatan kapal perang dalam negeri, termasuk kapal selam.
Selama ini, kata Sjafrie di Batam, Rabu...
| Rendang Voted the Most Delicious Food in the World, and Nasi Goreng is No. 2 |
|
Satay, another staple Indonesian dish, also stood proud at No. 14. In July, CNNGo came out with its own “World’s 50 Most Delicious Foods.” In that list, Thailand’s Massaman curry topped the culinary hierarchy, followed by Italy’s Neapolitan pizza |
| Indonesia's Batik Makers Turn Sustainable Practice into an Art Form |
|
Batik textiles were worn by the leaders of the prosperous Majapahit empire, which ruled much of south-east Asia between 1200 and 1500; they still remain a popular element of Indonesian culture. In recognition of batik's significance, Unesco in 2009 inscribed it on |
| Rendang Among Top 15 Best Foods in the World: CNNGo |
|
Unfortunately, neither nasi goreng, sate ayam nor Indomie made the culinary hall of fame, with rendang being the spice-rich country's only native cuisine to make the cut. The article, titled “World’s 50 Most |
| Batak Family Feasts Breaks Record in Indonesia |
|
Tor-tor is a traditional dance that seems to lack aesthetic |
| Harungi jeram di Bali |
|
|
| Ketakjuban Rinjani |
|
Selesai menunaikan solat jamak takdim zuhur dan asar, kami meneruskan pendakian. Kali ini, tiada lagi hutan tebal, sebaliknya terhampar luas kawasan savanah yang |
| TSI bukan sekadar dunia haiwan |
|
Namun suasana berbeza pasti |










About 35,000 people have voted West Sumatra’s rendang as the number one food in the world. Guess which food came in second? Nasi goreng!
Indonesia's most highly developed art form, batik, is made by an ancient wax-resistant dying technique that predates written records.
What would you think of an open field filled with thousands of women carrying a kilo of rice above their heads? That’s exactly what happened at Lapangan Banteng, Medan, Indonesia on Saturday afternoon, July 9 2011. This grand event was not an art show or any mass demonstration, but an internal event of a clan from the tribe of Batak.
Bila teringat tentang Bali, keunikan seni budaya, keindahan pantai dan panorama alam pasti terlintas di minda. Baru-baru ini Bali menjadi pilihan kami berlima untuk meraikan persahabatan yang telah terjalin selama 31 tahun. Saling mengenali sejak berusia 11 tahun, saya, Murni, Sya dan Roza sepakat memilih Bali untuk menikmati keindahan panoramanya dari sudut yang berbeza iaitu menerusi aktiviti
HARI Pertama: Sudah berjam-jam lamanya kami menyusuri denai berjarak lebih tujuh kilometer ini. Setibanya di Pos 3, kami terduduk keletihan sambil membasahkan tekak yang telah lama kering. Sedikit makanan dijamah bagi melapik perut.